top of page

MISTERI JUAL BELI TALI POCONG DI KAMAR JENASAH

24 minutes ago
2 min read

Di Balik Bisnis Kamar Jenazah: Ada Transaksi Tersembunyi Jual Beli Tali Pocong



NEWDAY.ID - Realitas di balik kamar jenazah ternyata menyimpan berbagai cerita mistis yang jarang terungkap ke publik. Di balik prosesi pemulasaraan yang sakral, ada transaksi bisnis tersembunyi, mulai dari jual beli tali pocong, kapas mayat, hingga air bekas pemandian jenazah.


Dalam episode perdananya, Batas 2 Dunia mencoba membongkar misteri di balik bisnis tersembunyi di kamar jenazah dengan mendatangkan narasumber Andre—mantan petugas pemulasaraan yang pernah menjalani praktik gelap tersebut—dan Ki Adjie Al-Bantani, praktisi spiritual yang dalam praktik perdukunannya menggunakan media-media tersebut.


Tali Pocong, Bisnis Bernilai Fantastis!

"Awalnya saya dihampiri seorang paranormal saat saya selesai bertugas memandikan jenazah di ruang duka salah satu rumah sakit," ungkap Andre saat menceritakan awal mula menjalani bisnis gelap ini. Paranormal tersebut berani membayar sebotol air bekas pemandian jenazah seharga 500 ribu rupiah, atau tali pocong dengan harga yang fantastis, yaitu dua juta rupiah. Hal itulah yang kerap membuat Andre tergiur untuk mencari uang tambahan sebagai petugas pemulasaraan.


Andre juga menjelaskan bahwa ia menjual air bekas pemandian dengan cara menampungnya di dalam ember, lalu menuangkannya ke dalam botol. Sementara untuk tali pocong dan kapas mayat, Andre menceritakan bahwa setelah jenazah dimandikan dan dibalut kain kafan, ia mengikat tali dan memasang kapasnya. Sekitar tiga menit kemudian, Andre membukanya kembali. Tali dan kapas tersebut ia simpan, lalu ia menggantinya dengan tali kafan dan kapas yang baru untuk diserahkan kepada keluarga dengan kondisi jenazah yang sudah bersih dan siap dimakamkan.


Ki Adjie pun turut menguatkan bahwa dahulu praktik perdukunan untuk mendapatkan tali pocong atau kapas mayat dilakukan dengan cara membongkar makam yang masih baru. Namun, praktik ini sangat berisiko, apalagi di beberapa daerah, jika ada yang baru dimakamkan, pihak keluarga selalu berjaga bahkan tidur di makam tersebut karena maraknya pembongkaran makam baru.


Ki Adjie menambahkan, bagi kalangan paranormal, kematian sering kali dikaitkan dengan pelepasan energi yang kuat. Benda-benda yang melekat pada jenazah dianggap memiliki tuah atau resonansi energi tertentu. Oleh karena itu, tak heran jika tali pocong, kapas mayat, atau air bekas pemandian jenazah kerap digunakan oleh praktisi spiritual sebagai media dalam praktik perdukunan. Sebagai contoh, tali pocong kerap digunakan sebagai media pelet untuk memikat seseorang atau penglaris usaha. Kapas mayat bisa dijadikan alat untuk santet, sedangkan air bekas pemandian jenazah digunakan untuk membuka aura dan menarik energi rezeki.



Kendati demikian, Ki Adjie kini sudah tidak lagi menggunakan media ilmu hitam tersebut. Ia mengaku praktik keilmuan tersebut memang memiliki kekuatan yang dahsyat, tetapi juga sangat berbahaya.


Nah, Sahabat Pencinta Misteri, simak perbincangan selengkapnya di podcast Batas 2 Dunia dalam episode "Jual Beli Tali Pocong".

"Karena terkadang, misteri bukan hanya tentang apa yang kita lihat, tetapi juga tentang apa yang kita percayai."



Comments


bottom of page