top of page

Jesus de Miguel Tewas Usai Benturan Horor, Kasus Kini Diselidiki Polisi

19 hours ago
2 min read
Jesus de Miguel Meninggal Dunia usai Berbenturan dengan Jesus Owono.

Panggung sepak bola Spanyol diselimuti awan duka yang mendalam. Jesus de Miguel Alameda (30), penyerang andalan klub kasta kedua Liga Spanyol CD Tenerife, dinyatakan meninggal dunia pada Selasa pagi (3/11/2026) waktu setempat.


Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Universitas Nuestra Senora de Candelaria setelah sempat berjuang melewati masa kritis akibat insiden benturan fatal di lapangan.


Insiden mematikan ini terjadi dalam laga pekan ke-12 Segunda Division saat CD Tenerife menjamu FC Andorra di Stadion Heliodoro Rodriguez Lopez, Senin (2/11/2026).


Kronologi Kejadian di Lapangan


Petaka bermula pada masa tambahan waktu (injury time) babak kedua, saat kedudukan imbang 2-2.


Jesus de Miguel tengah berlari kencang mengejar umpan lambung panjang menuju area pertahanan lawan.


Pada saat yang sama, penjaga gawang FC Andorra, Jesus Owono, keluar jauh dari kotak penalti untuk menghalau bola.


Benturan keras yang tak terhindarkan pun terjadi.


Lutut Owono menghantam bagian dada De Miguel dengan sangat keras, membuat striker bernomor punggung 9 itu langsung terkapar tidak sadarkan diri di lapangan.


Melihat kondisi darurat tersebut, wasit Manuel Angel Perez langsung menghentikan pertandingan secara total dan mengganjar Owono dengan kartu merah.


Tim medis segera masuk ke lapangan untuk memberikan penanganan resusitasi jantung paru (CPR) dan melakukan intubasi selama lebih dari sepuluh menit karena adanya indikasi henti jantung (cardiac arrest) sebelum sang pemain dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.


Kondisi Sempat Stabil Sebelum Menurun Fatal


Setibanya di rumah sakit, De Miguel langsung ditempatkan di Unit Perawatan Intensif (ICU).


Pihak manajemen CD Tenerife sempat mengonfirmasi bahwa kondisi sang penyerang berada dalam tingkat kritis namun sempat stabil.


Namun, memasuki Selasa dini hari, kondisi kesehatannya memburuk secara drastis.


Pihak rumah sakit melaporkan adanya penurunan fungsi neurologis yang fatal pada otak akibat dampak benturan, hingga akhirnya nyawa De Miguel tidak dapat diselamatkan pada pukul 08.00 pagi.


Pihak klub merilis pernyataan resmi yang menggambarkan kesedihan luar biasa atas berpulangnya striker yang telah menyumbang 11 gol bagi tim tersebut.


"Rasa sakit yang begitu mendalam, dengan perasaan sesak di dada dan sulit mempercayai kenyataan ini. Kami berdiri di samping keluarganya yang hancur, orang-orang yang dicintainya, dan seluruh tinerfenismo yang hari ini meratapi hasil yang kejam ini," tulis pernyataan resmi CD Tenerife.


Kepolisian Buka Investigasi Hukum


Kasus kematian akibat benturan dalam pertandingan sepak bola profesional merupakan peristiwa yang sangat langka.


Menanggapi tragedi ini, Kepolisian Nasional Spanyol melalui unit investigasi pembunuhan resmi membuka penyelidikan untuk memeriksa keadaan di balik kematian De Miguel.


Pihak berwenang tengah mendalami berkas perkara untuk menentukan apakah insiden tabrakan di lapangan tersebut memenuhi unsur kelalaian berat yang menyebabkan kematian.


Kendati proses hukum formal berjalan di bawah pengawasan yudisial, jaksa penuntut setempat menyatakan bahwa tuntutan pidana penuh kemungkinan kecil terjadi karena insiden tersebut murni berlangsung dalam situasi perebutan bola aktif di tengah permainan.


Di sisi lain, Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga tengah melakukan investigasi paralel berbasis disiplin olahraga terhadap aksi berbahaya yang dilakukan oleh penjaga gawang lawan.


Gelombang belasungkawa terus mengalir dari klub-klub besar di seluruh dunia dan organisasi sepak bola internasional untuk menghormati mendiang Jesús de Miguel.


Pihak UEFA dikabarkan juga akan menggelar sesi mengheningkan cipta (moment of silence) dalam pertandingan kompetisi Eropa sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Comments


bottom of page